Selasa, 15 Februari 2011

Penggunaan Email Dan Blog

Agita Sara (10-114)
Reza Indah Pribadi (10-014)
Annisa Hazrina (10-030)



Internet sebagai salah satu mediator pembelajaran saat ini sedang dikembangkan dimana-mana. Salah satunya di kampus kita tercinta , Fakultas Psikologi USU. Kini internet bagaikan jembatan penghubung antara dosen dengan mahasiswa dalam hal pembelajaran dan pemberian tugas. Dapat kita lihat tentunya dari kewajiban mahasiswa angkatan 2010/2011 untuk membuat satu mail dan blog khusus untuk keperluan kuliah.
E-mail  sebagai salah satu penunjang komunikasi sangat baik disosialisasikan ditengah kehidupan mahasiswa. Dengan tugas yang sangat banyak seperti paper dan makalah, adanya emai sungguh membantu kami untuk meringankan tugas yang diberikan oleh dosen. Sekarang, kami tidak lagi harus selalu mencari warnet atau bahkan memeli printer baru untuk mem-print out kan tugas yang kadang dalam sehari saja bisa sampai berpuluh lembar. Adanya email membuat kami praktis bekerja dirumah dengan cukup megirimkan file yang sudah di attach ke email dosen. Ini juga berprinsip pada paperless yang membantu pengurangan tingkat global warming di dunia. Lumayan kan ? kalau satu mahasiswa biasanya ngeprint sampai 10 lembar saja sehari , satu angkatan ada 126 orang , maka sudah 1260 kertas yang kita keluarkan per harinya. Belum lagi angkatan yang lain. Tak terbayang banyaknya.
Selain itu , dengan email kami juga lebih praktis mendapatkan bahan kuliah berupa slide dari dosen maupun dari senior. Sehingga data yang kami kumpulkan cukup banyak untuk referensi pembelajaran . Kesemuanya di save di dalam computer sehingga pada saat kami mencarinya untuk belajar ataupun referensi tugas akan jauh lebih gampang disbanding mencarinya di tumpukan kertas-kertas J. Karena semua disave di computer, tata rauang kamar kami juga pastinya sedikit lebih rapid an luas karena nggak ada tumpukan-tumpukan kertas bahan kuliah di pojokan kamar .
Tuh , banyak sekali kan keuntungannya ? Belum lagi kita bahas mengenai blog. Blog juga diwajibkan untuk angkatan 2010/2011 loh . Nah kalau blog ini lebih asyik lagi, banyak sekali positive side dari adanya blog sebagai media pembelajaran.
Blog yang kami miliki harus kami share ke teman-teman satu angkatan yang terutama ( silahkan kalau mau share dengan senior J ). Hal ini juga dimaksudkan agar kami bisa saling berbagi ide atau gagaan pikir dengan teman yang lain. Blog juga mengajarkan kita untuk aktif , ekspresif dan kreatif ( kata kata siapa yaaa ? J ) . AKTIF maksudnya kita bisa lebih banyak menyampaikan pendapat ataupun ide kita mengenai suatu permasalahan , baik bahan kuliah ataupun info update disekitar kita. EKSPRESIF berarti kita lebih mampu show-off sama yang lain kalo memang selama ini kita dikenal agak malau mengungkapkan pendapat di kelas sehari-hari. Tapi melalui blog, teman-teman pada tau apa yang tadinya mau kita sampaikan di kelas. Nah , kalo KREATIF itu bisa banyak ya maksudnya. Mulai dari cara kita mendesain blog , membubuhkan aksesori, cara kita menuliskan blog dan lain-lain yang tentunya mengasah tingkat kreativitas kita. Sebenarnya masih banyak lagi yang bisa di jelaskan dari ketiga poin tersebut . Tapi ntar blognya kepanjangan yak ? bosen deeh bacanya -__-
Nah , intinya penggunaan blog dan email untuk mahasiswa Psikologi 2010/2011 itu gak ada ruginya deh. Selain efektivitas waktu terjaga, efisiensi biaya juga menjadi dampak positi dari penggunaan blog dan email ini . Bagus dan sangat dianjurkan untuk terus dilanjutkan untuk adik-adik kami kedepan J

Kamis, 03 Februari 2011

Perlukah Seorang Pengajar Mempunyai Strategi Pengajaran ?

Begitu banyak pengajar di dunia pendidikan tapi tak banyak yang mempunyai strategi dalam pengajarannya. mungkin ada yang mengira bahwa strategi dalam pengajaran itu tidak perlu atau tidaklah penting tapi sesungguhnya dengan mempunyai strategi dalam pengajaran dapat memudahkan seorang pengajar menyampaikan apa yang harus disampaikan kepada muridnya dan  muridnya pun dapat lebih cepat mengerti jika strategi yang digunakan efektif. Dari konsep strategi pengajaran adalah kebijaksanaan memilih pendekatan serta kecekapan merancang kaedah dan teknik dalam satu- satu pengajaran berdasarkan objektif pelajaran yang telah ditentukan. Jadi kaedah dan teknik yang dimiliki seorang pengajar sangat berpengaruh kepada yang diajarkan. Strategi dari pengajar adalah agar murid dapat lebi mengerti sepenuhnya apa yang diajarkan oleh pengajar dan memahami materi.
Misalnya pada pendidikan model lama murid dituntut untuk duduk manis dan hanya mendengarkan apa yang dikatakan oleh pengajarnya. Si muridpun hanya menjadi pendengar pasif dan hanya mengetahui apa yang dikatakan oleh pengajarnya dan menghafal apa yang dia dengarkan. Itu hal yang monoton sehingga muridpun merasa cenderung bosan dan sedikit kurang efektif. Kurang efektif karena murid tidak aktif dalam mencari tahu ilmu dari sumber-sumber lainnya hanya berpatokan kepada apa yang diajarkan oleh pengajar. Tapi dalam hal ini tidak sedikit juga murid yang bisa mengerti dengan strategi ini. Tapi ilmu yang didapatnya hanya dari apa yang dikatakan oleh pengajarnya.
Dan model zaman sekarang murid tidak hanya dituntut untuk duduk diam dan mendengar tetapi juga dituntut untuk lebih aktif lagi dalam mencari informasi tentang ilmu-ilmu pengetahuan. Ada juga yang lebih banyak menggunakan praktek daripada teori sehingga murid lebih mudah mengerti dan memahami apa yang diajarkan oleh pengajar. Ada pengajar yang hanya menyampaikan topik dan murid yang mencari tahu dan mendalami apa topik yang dimaksud sendiri.Tapi dalam model ini tidak sedikit murid yang menyalahgunakan kebebasan untuk lebih aktif dalam belajar karena mereka merasa sedikit bebas sehingga cenderung main-main. Sehingga diperlukan juga ketegasan dari seorang pengajar komitmen dan kesepakatan antara pengajar dan murid dalam kebebasan berekspresi di dalam ilmu pengetahuan.
Sedikit tentang strategi pengajaran. Tapi sesungguhnya strategi pengajaran itu sangat perlu dan penting adanya di dalam pengajaran agar si pengajar bisa lebih mudah menyampaikan apa yang akan diajarkan dan muridpun bisa lebih mudah dan lebih paham dengan apa yang diajarkan kepadanya. Dan supaya dalam pengajaran bisa lebih efektif lagi..




Santtrock, John W. 2008, Psikologi Pendidikan Edisi Kedua, Penerbit: Kencana Prenada Media Group: Jakarta