Senin, 07 Oktober 2013

LEARNING IS FUN…



          Jika kita melakukan hal yang kita sukai maka kita akan dengan senang hati dan sepenuh hati melakukannya sehingga  hasilnya juga akan menjadi maksimal. Learning is fun, jadi jika kita berfikir bahwa belajar itu menyenangkan maka kita akan senang melakukannya, menikmati setiap pelajaran yang ada dan menghasilkan hasil yang memuaskan juga. Seperti diskusi online, ini akan menjadi sangat menyenangkan karena kita bisa berbagi pendapat dan mendengarkan masukan-masukan dari teman sekelompok yang pasti punya pemikiran dan pendapat yang berbeda. Apalagi ini dilakukan secara online jadi kita bisa melakukannya dimana aja dan kapan aja. Hmmm, tapi mungkin di kondisi kota Medan yang saedang taidak kondusif ini karena setiap hari akan terjadi pemadaman listrik secara bergilir menjadi hambatan yang cukup besar untuk berdiskusi karena untuk berdiskusi online kita memerlukan arus listrik. Belum lagi dengan kesibukan-kesibukan setiap anggota sehingga cukup sulit untuk mencocokkan waktu untuk berdiskusi. Tapi, setelah berdiskusi dan percakapan di dalam menarik membuat kita menjadi sedikit lupa waktu. Ada yang kemalaman dan lain sebagainya. Tapi ya ada juga karena mati lampu sehingga harus keluar secara tiba-tiba dari forum diskusi (dan itu saya sendiri). Tapi, kalau saja diskusi bisa dimulai lebih awal dan tidak ada hambatan-hambatan tak terduga lainnya, itu akan menjadi sangat lama karena pembahasan sangat panjang. Belum lagi dengan gangguan sinyal dan lainnya.
Awal pertama diberikan tugas untuk berdiskusi online kita sekelompok sangat sulit menentukan hari dan alhasil kita pake jurus kepepet tapiiii..tidak berhasil (jangan ditiru :’). Karena ini matakuliah Psikologi Belajar, kitapun menyebutnya ini proses pembelajaran sehingga kita memaknai kejadian ini dan tidak mengulanginya. Belajar dari kesalahan kita mencari hari yang pas buat diskusi setelah tugas diposting. Yah, walaupun delay beberapa kali hehe :’) banyak cobaan dan kendala seperti yang udah disebutkan diatas misalnya sinyal, mati lampu dan lain sebagainya. Tapi ya semoga kita bisa melakukan diskusi online tugas yang kedua lebih baik dari diskusi tugas pertama.
Mengambil kalimat terakhir dari postingan Ibu yaitu Learning is Fun secara pribadi ini mempengaruhi mindset saya. Dan membuat saya berfikir bahwa belajar ini banyak hal positif yang bisa diambil dan yaa ini menyenangkan. Mencoba menikmati setiap alurnya (yang dulunya merasa bahwa belajar itu adalah beban tapi sekarang berusaha memikirkan bahwa belajar itu adalah keuntungan buat saya karena yang pintar saya dan berhasil sya dan itu sama sekali bukan beban tapi keuntungan yang saya punya untuk menjadi modal kedepannya) dan lalu menikmati hasilnya. So, learning is fun …..
Ini testiku, mana testimu hihi :D

Sabtu, 14 September 2013

Hubungan Teori Kognitif dan Filsafat Konstruktivisme Sosial


Agita Sara                    (101301114)


Teori kognitif membahas mengenai proses belajar pada individu yang diawali dengan proses pencarian informasi, pengingatan, pengelolaan belajar, dan pemecahan masalah. 
Psikologi Gestalt yang merupakanperspektif kognitif awal, memandang perubahan di dalam persepsi sebagai kunci untuk belajar dalam pemecahan masalah. Teori pemrosesan informasi membahas mengenai langkah - langkah dasar yang diambil oleh individu untuk memperoleh, menyandikan, dan mengingat informasi.

Ada tiga poin utama dalam teori kognitif:
  1. Hal yang penting dalam pemrosesan informasi adalah sistem memori yg terorganisir dan pengetahuan sebelumnya.
  2. Pengelolaan info meliputi persepsi, pengkodean, pengkonstruksian makna dan pengambilan kembali dimana informasi mungkin ada di meori jangka panjang.
  3. Pemecahan masalah pada tiap orang berbeda terutama dalam analisis masalah dan cara penyelesaiannya.

Filsafat konstruktivis sosial memiliki tiga keyakinan umum mengenai belajar,yaitu:
  1. Definisi pengetahuan: produk dari setting belajar di kelas atau tempat dimana partisipan berada; produk dari penelitian tertentu yang tidak dapat dipisahkan dari aktifitas atau kejadian yang menghasilkan produk tersebut (Bredo, 1994; Dewey & Bentley, 1996).
  2. Definisi belajar: kognisi yang dibagi secara sosial yang merupakan proses dari menjadi anggota komunitas praktik belajar yang berkelanjutan (Lave, 1991); interaksi sosial yang mengkonstruksi konteks, pengetahuan, dan makna (Marshall, 1996).
  3. Lokus belajar: tidak terbatas pada pikiran individu(Marshall, 1996); terjadi di komunitas partisipan dan didistribusikan diantara sesama partisipan (Bredo, 1994).
Brdasarkan tiga keyakinan umum diatas mengenai suatu teori belajar, dapat kita simpulkan bahwa dalam teori belajar kognitif sudah mengandung keyakinan filsafat konstruktivis sosial dimana:

  • Teori belajar yang membahas mengenai pencarian informasi, pengingatan, pengelolaan dan pemecahan masalah berdasarkan informasi menjadikan informasi sebagai produk atau hasil dari suatu kegiatan belajar baik dalam setting belajar di kelas maupun dalam setting penelitian dimana informasi tersebut didapatkan.
  • Informasi yang didapatkan dari setting belajar ataupun penelitian tersebut dapat digunakan oleh masyarakat dalam berinteraksi dan bersosialisasi dengan lingkungannya agar dapat menjadi bagian dari lingkungan tersebut dimana informasi yang mereka miliki dapat memberi makna pada tiap interaksi yang dilakukan oleh individu.
  • Informasi yang didapatkan, diingat serta dikelola dengan baik oleh individu dapat digali kembali dan disebarluaskan atau didistribusikan kepada sesama individu dalam suatu kelompok dimana informasi tersebut menjadi suatu topik yang dapat dibahas dan diteliti lebih lanjut.

Sabtu, 07 September 2013

T I N J A U A N . . .

kekuatan manusia untuk mengubah dirinya sendiri, yakni untuk belajar, mungkin merupakan aspek yang paling mengesankan dari diri manusia (Thorndike,1931)

Belajar (learning) adalah proses multisegi yang biasanya dianggap sesuatu yang biasa saja oleh individu sampai mereka mengalami kesulitan saat menghadapi tugas yang kompleks. Akan tetapi kapasitas belajar adalah karakteristik yang membedakan manusia dari mahluk lainnya.Hanya manusia yang memiliki otak yang berkembang baik untuk digunakan melakukan tindakan yang memiliki tujuan (Goldberg, 2011)

Sadar atau tidak sadar kita melakukan belajar setiap harinya. Mulai dari kegiatan sehari-hari yang kita lakukan seperti makan, minum, mandi dan lain sebagainya. Sampai kegiatan di sekolah atau universitas tempat kita belajar. Belajar tidak hanya dilakukan oleh orang-orang pintar saja atau hanya dilakukan oleh orang-orang yang kurang pintar karena belajar itu bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Belajar dapat membuat orang yang awalnya tidak tahu menjadi tahu dan orang yang sudah tahu menjadi lebih mengerti. Belajar juga tidak mengenal usia, mulai dari bayi, balita, anak kecil, remaja, dewasa, bahkan lansia. Pada masa bayi misalnya, kita diajarkan orangtua kita untuk belajar minum susu, belajar makan dan hal-hal yang belum diketahui sebelumnya hingga menjadi tahu dan bisa melakukannya. Begitu juga hingga bertumbuh menjadi balita, anak kecil hingga remaja kita diajarkan oleh orangtua kita bagaimana baik dan bagaimana yang tidak baik, belajar mandi yang bersih, tidur, sopan santun dan banyak hal lainnya yang tidak kita dapat di tempat lain. Saat memasuki sekolah kita memulai dengan belajar hal-hal yang bersifat ilmu pengetahuan serta disiplin dengan peraturan dan banyak yang lainnya yang didapat dari dunia sekolah. Seiring berjalannya waktu, setiap harinya kita juga bisa belajar tidak harus dirumah atau disekolah. Saat kumpul bersama teman misalnya, pada saat lagi kumpul bersama teman-teman kita juga bisa belajar tentang pergaulan, peka terhadap lingkungan serta mengetahui pergaulan mana yang baik untuk diri kita sendiri dan yang tidak baik. Me-review kembali pada malam hari sebelum tidur tentang apa yang telah kita lakukan seharian mulai dari pagi hingga malam juga merupakan proses belajar. Kita bisa melakukan kembali apa hal yang baik buat kita lakukan dan tidak menyakiti orang lain dan juga kita bisa merubah hal yang telah kita lakukan tapi menyakiti orang lain supaya bisa menjadi lebih baik kedepannya. Jadi, proses belajar itu dapat dilakukan dibanyak tempat, kapanpun dan oleh atau bersama siapapun bahkan saat sendiri. Belajar juga bukan hanya tentang ilmu pengetahuan tapi banyak sekali hal-hal yang bisa kita pelajari mulai dari hal terkecil hingga hal yg besar.

Belajar merupakan aktifitas kognitif, aktifitas kognitif ini terkait dengan tiga aspek unik dari kecerdasan manusia, yaitu 
1. manusia mampu mempelajari penemuan, penciptaan, dan ide-ide dari pemikir besar dan ilmuwan besar dimasa lampau (yang disebut dengan pengalaman yang diwariskan. Vygotsky, 1924/1979 )
2. individu mampu mengambangkan ilmu pengetahuan tentang tempat dan kejadian yang belum mereka alami secara personal melalui pengalaman oranglain.
3. manusia menyesuaikan lingkungan dengan diri mereka, bukan sekedar beradaptasi dengan lingkungan.

Banyak sekali peran belajar dalam kehidupan sehari-hari. Jadi tergantung kita bagaimana menyikapi dan memberlakukannya karena belajar bisa dimana saja. Setiap detiknya bisa dikatakan sebagai proses pembelajaran...