Selasa, 17 Mei 2011

Peran Motivasi Terhadap Calon Peserta SNMPTN


I. Pendahuluan

Perguruan Tinggi khususnya negeri merupakan cita-cita hampir setiap individu yang telah menyelesaikan pendidikan menengahnya. Berbagai jalan ditempuh untuk dapat masuk ke perguruan tinggi favorit masing-masing. Salah satunya dengan mengikuti bimbingan belajar. Para siwa bimbingan belajar mati-matian agar dapat bersaing dengan orang lain dan akhirnya mendapatkan kursi di perguruan tinggi yang diinginkan. Namun tidak hanya usaha yang dibutuhkan untuk dapat mencapai itu semua. Motivasi merupakan salah satu faktor penting untuk dapat meraih sesuatu. Setiap individu pasti memiliki motivasi dalam hidupnya. Karena motivasi adalah salah satu kompas hidup. Adapun topik ini dipilih untuk melihat seberapa besar motivasi dan bagaimana perannya bagi siswa bimbingan belajar untuk dapat lulus di perguruan tinggi favorit mereka.

Landasan Teori

Motivasi adalah proses memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama. Ada salah satu perspektif mengenai motivasi yaitu perspektif kognitif. Menurut perspektif kognitif, pemikiran seseorang akan memandu motivasi mereka. Belakangan ini muncul minat besar pada motivasi menurut perspektif kognitif (Pintrich & Schunk, 2002). Minat ini berfokus pada ide-ide seperti motivasi internal seseorang untuk mencapai sesuatu, atribusi mereka (persepsi tentang sebab-sebab kesuksesan dan kegagalan, terutama persepsi bahwa usaha adalah faktor penting dalam prestasi, dan keyakinan mereka bahwa mereka dapat mengontrol lingkungan secara efektif. Perspektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan menuju suatu tujuan (Schunk & Ertmer, 2000; Zimmerman & Schunk, 2001).
Dari berbagai jenis perspektif ini pula terbagi 2 jenis motivasi, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik yaitu melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Misalnya seorang anak ingin masuk perguruan tinggi negeri karena akan diberi hadiah oleh orangtuanya ketika dia lulus sedangkan kalau dia masuk perguruan tinggi swasta tidak akan diberi imbalan apa-apa. Kemudian motivasi intrinsik merupakan motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri. Misalnya seorang anak ingin masuk perguruan tinggi karena memang ia ingin suka belajar, pendidikan di SMA masih kurang untuknya. Ada proses kognitif lainnya dalam motivasi yaitu motivasi untuk menguasai.
Anak menunjukkan dua respons berbeda terhadap tantangan atau situasi yang sulit: orientasi untuk menguasai (mastery orientation) atau orientasi tak berdaya (helpless). Orientasi untuk menguasai merupakan pandangan personal yang melibatkan penguasaan atas tugas, sikap positif dan strategi berorientasi solusi. Orientasi tak berdaya yaitu pandangan personal yang focus pada ketidakmampuan personal, atribusi kesulitan pada kurangnya kemampuan, dan sikap negatif.  (Dweck, 2002; Henderson & Dweck, 1990; Dweck & Leggett, 1988).
Kemudian ada yang dikenal dengan self efficacy, yang menurut Bandura yakni keyakinan bahwa seseorang dapat menguasai situasi dan memproduksi hasil positif. Bandura (1997, 2000, 2001) percaya bahwa self efficacy adalah factor penting yang mempengaruhi prestasi seseorang. Self efficacy memiliki kesamaan dengan motivasi intrinsik dan motivasi untuk menguasai. Self efficacy adalah keyakinan bahwa “aku bisa”; ketidakberdayaan adalah keyakinan bahwa “aku tidak bisa” (Stipek, 2002; Maddux, 2002).
Motivasi mengandung komponen sosial. Selain motif untuk berprestasi, murid juga punya motif sosial, diantaranya adalah orangtua dan teman sebaya. Teman sebaya dapat mempengaruhi motivasi belajar anak melalui perbandingan sosial, kompetensi dan motivasi social, belajar bersama, dan pengaruh kelompok teman sebaya. Anak dapat membandingkan dirinya sendiri dengan teman sebaya mereka secara akademik dan social (Ruble, 1983). Dibandingkan dengan anak kecil, remaja lebih mungkin melakukan perbandingan social, walaupun remaja lebih gampang menyangkal bahwa mereka membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain (Harter, 1990). 


Alat dan Bahan
·         Kuisioner
·         Alat Tulis; pensil, pulpen, kertas

Analisa Data
Cara yang dipilih untuk mendapatkan kesimpulan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan kuisioner. Ada 50 sampel yang diambil secara random untuk penelitian ini.  Kuisioner yang digunakan berisi 15 pernyataan dengan jawaban “ya” atau “tidak” yang merupakan perlambangan dari motivasi intrinsic dan motivasi ekstrinsik. Jawaban-jawaban dari tiap kuisioner akan diperiksa sesuai dengan panduan blueprint yang telah disusun sebelumnya sehingga didapat kesimpulan akhir.

Subjek dan Objek Penelitian
Subjek pada penelitian ini adalah 50 orang siswa bimbingan belajar Ganesha Operation Medan yang diambil secara random/acak sedangkan objeknya merupakan motivasi pada masing-masing individu.


Time Table


Uraian
APRIL
MEI
1
2
3
4
1
2
3
4
Pemilihan Topik


X





Perencanaan Kegiatan


X





Pembentukan Objek


X





Pembuatan Kuisioner



X




Pembagian Kuisioner




X



Pengolahan Data





X


Membuat Hasil Penelitian





X


Evaluasi dan Poster





X


Uploading Hasil






X
















Kalkulasi Biaya
·         Fotocopy Kuisioner                : Rp. 10.400,-
·         Transport                                : Rp. 30.000,-
·         Printing                                   : Rp.   5.000,- +
·         Jumlah                                    : Rp. 45.400

II. Pelaksanaan
1.      Pemilihan Topik                      :  3 Mei 2011
2.      Perencanaan Kegiatan             : 5 Mei 2011
3.      Penentuan Objek                    :  5 Mei  2011
4.      Pembuatan Kuisioner              :  6 Mei 2011
5.      Pembagian Kuisioner               : 10 Mei 2011
6.      Pengolahan Data                     : 10 Mei 2011
7.      Membuat Hasil Penelitian        : 12-13 Mei 2011
8.      Evaluasi dan Poster                 : 14-16 Mei 2011
9.      Uploading                               : 17 Mei 2011


III. Laporan dan Evaluasi

Laporan
Setelah data diolah didapatlah suatu kesimpulan. Ternyata motivasi intrinsic lebih mendominasi yaitu sebesar 86% dari keseluruhan koresponden sedangkan sisanya motivasi ekstrinsik yaitu sebesar 14%. Dalam bentuk poster, laporan dapat dilihat seperti gambar di bawah ini.





Evaluasi
Dari time-table yang sebelumnya telah dirancang memang sedikit menyimpang dengan pelaksanaan di lapangan. Terlambat sekitar 2 minggu. Mulai dari pemilihan topik hingga bagian akhir yaitu posting. Ketika pemilihan topik memang ada sedikit masalah karena perlu pertimbangan-pertimbangan serius untuk menjalankannya ke depan. Sempat terjadi pergantian topic yang menyebabkan keterlambatan selama 2 minggu tersebut namun akhirnya terpilihlah topik ini. Pelaksanaannya pun berjalan mulus karena jadwal pengambilan data telah disesuaikan dengan jadwal kuliah sehingga tidak bertubrukan. Setelah data didapatkan dan kemudian diolah, kelompok membagi tugas Pembagian juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Ada yang membuat poster, ada yang menulis pendahuluan, laporan, dan sebagainya sehingga dapat diselesaikan dengan baik. Kerja sama yang baik dari tiap anggota juga merupakan hal penting dari penyelesaian mini proyek ini.

Testimoni Kelompok

Reza Indah Pribadi (10-014)
Menurut saya selama pengerjaan tugas mini proyek ini sangat melelahkan tapi menarik. Dari tahap perencanaan yang sangat membingungkan. Bingung mau pilih topic mana. Ketika telah dipilih satu ternyata ada kendala, ganti lagi, ganti lagi, hingga akhirnya terpilihlah topic ini, hahaha. Ketika perjalanan untuk mengambil data, terjadi kecelakaan yang membuat sedikit masalah di tengah jalan. Untung sekali yang nabrak mau tanggung jawab. Sesampainya di tempat kami harus “mengemis” izin dari teman-teman di bimbingan belajar. Bagan ini sedikit sulit karena dari pihak bimbel sendiri tidak memperbolehkan kami mask ke kelas. Kami hanya diperbolehkan mengambil data di luar kelas tapi masih dalam lingkungan bimbel tersebut.  Banyak yang tidak peduli, karena masih asyik dengan soal-soal dari tutornya. Ada juga yang sepertinya melihat kami seperti penjahat atau anggota NII. Karena ketika membagikan kuisioner wajah mereka begitu ketakutan, hahaha. Ada salah seorang tutor yang ikut sharing dan berbagi cerita degan kami. Dia juga bertanya-tanya bagaimana psikologi itu, tentunya kami juga berbagi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan psikologi dengannya. Semapt kami bingung karena kuisioner yang kembali pada kami hanya 45 kemudian tiba-tiba salah seorang dari mereka datang dan mengembalikan sisanya pada kami. Huh, sukurlah. Bagian yang paling seru sebenarnya adalah ketika melihat hasil dari angket. Hasilnya sangat bervariasi dan sangat menarik untuk diteliti. Yah begitulah beberapa testimoni dan pengalaman selama menjalani tugas proyek yang dapat saya tuliskan disini. Terima kasih.

Annisa Hazrina (10-030)
Proyek ini awalnya terlihat sulit sebelum dikerjakan melihat jangka waktunya yang begitu panjang, sepertinya tugas ini memang tidak gampang. Tapi pelan-pelan dikerjakan ternyata tidak begitu sulit, kok. Malah asyik. Dengan teamwork juga saya rasa tugas mini proyek ini benar-benar merangsang minat belajar dimana terdapat banyak rintangan mulai dari rasa jenuh dalam mengerjakan, dan lain-lain. Tapi lewat teamwork itu juga saya mendapat solusinyamelihat 2 orang lagi yang masih semangat saya jadi merasa malu kalau saya tidak berbuat apa-apa. Maka itulah saya kembali bersemangat untuk segera menyelesaikan tugas mini proyek ini. Over all, tugas ini menantang dan menyenangkan walau ada kalanya semangat turun drastic, tapi dengan kekompakan teamwork akhirnya mini proyek ini selesai. Terimakasih untuk Reza dan Agita sebagai teman satu team saya, kepada bu Dina sebagai pembimbing, dan seluruh pihak yang sudah membantu J.

Agita Sarah (10-114)
Saya rasa mini proyek ini sangat seru mulai dari awal hingga akhir. Cuaca yang baik selama pengambilan data mempercepat proses penelitian ini. Tentunya sangat menarik untuk melihat motivasi seseorang yang sedang dagdigdug untuk mengikuti SNMPTN karena dulunya kita semua tentu mengalami hal yang sama. Bimbel setiap hari dari pagi sampai sore, weekend masih ada try out atau simulasi. Itu sebabnya kami mengalami sedikit kesulitan meminta kesedian teman-teman bimbel untuk untuk mengisi angket karena masih asyik dengan pelajaran. Namun kami sangat berterima kasih pada mereka semua karena pada akhirnya bersedia menjadi sampel kami dalam penelitian ini. Itulah suka dukanya selama melakukan penelitian ini. Tapi tentunya ini masih belum apa-apa disbanding tugas proyek yang sesungguhnya apalagi skripsi. Semangat!!

Daftar Pustaka
Santrock, John W. (2004). Psikologi Pendidikan Edisi Kedua. Jakarta: Kencana

Kamis, 07 April 2011

Fenomena Pendidikan

Reza Indah Pribadi (10-014)
Annisa Hazrina (10-030)
Agita Sarah (10-114)


Fenomena Homeschooling
http://ndal.wordpress.com /2007/05/17/fenomena-pendidikan-mereka-ramai-ramai-ke-homeschooling/
Homeschooling atau sekolah rumah sekarang kerap menjadi bahan perbincangan hangat disekitar kita. Ada yang karena sibuk, alas an ini berlaku bagi anak-anak yang bekerja seperti artis, seniman, karateka, dan lainnya. Ada yang karena alas an bullying, tidak mendapat lingkungan social yang baik, jenih dan alas an alas an lainnya. Namun apakah homeschooling ini berdampak cukup baik bagi psikologis seorang anak? Apakah cukup baik bagi perkembangan pendidikan kita?
Dari sumber yang ada, diberitakan seorang anak bernama Gagah mengalami ketidaknyamanan dengan sekolah formalnya. Ia berpindah ke homeschooling dan hasilnya memang lebih baik. Menurut orang tuanya kini Gagah lebih ceria dan kreatif, berani dan inovatif. Kedua orangtua Gagah kini sungguh mendukung pelaksanaan home schooling.
Dipandang dari psikologi pendidikan, homeschooling berdasar pada learner centered dan paham konstruktivisme. Dimana di homeschooling anak bebas menentukan mata pelajaran, mereka anak searching dan ini sudah bermain dengan e-learning. Diawasi oleh para tentor, mereka akan mencari dan mendapatkan informasi yang banyak dan lebih intense daripada anak sekolah formal. Mereka ujian dan ulangan lewat internet. Paham konstruktivisme dapat dilihat dari bagaimana anak yang dibuat menjadi aktif dan terarah. Kondtruktif artinya bersifat membangun, dengan keadaan serba sendiri anak akan membiasakan diri untuk belajar lebih mandiri dan membagun potensi yang ada selama ini yang kiranya tidak dapat tersalurkan secara maksimal disekolah formal.
Dari psikologi keluarga mungkin kurang baik karena anak tidak biasa mengahadapi banyak kejadian layaknya anak yang bersekolah formal. Anak anak homeschooling rata-rata akan menjadi lebih tergantung pada keluarga mereka karena keluarga adalah lingkungan social yang setiap saat ia temui. Anak juga akan kurang matang berhadapan dengan keluarga lain yang jauh karena ia kurang besosialisasi. Walaupun di homeschooling memang ada pertemuan sesekali , namun itu tidak mencukupi tugas perkembangan mereka untuk beradaptasi dan mengenal banyak karakter. Dari pamdangan lain, dukungan keluarga sangat mampu mensupport mereka yang mengalami traumatis disekolah formal. Dengan dukungan kelularga untuk homeschooling ini kepercayaan diri anak akan bangkit lagi , seperti cerita si Gagah.
Dari psikologi bimbingan sekolah teori asimilasi untuk informasi homeschooling yang masuk ,ini bisa digunakan. Orang tua Gagah mendapatkan informasi itu dan mencoba menyeimbangkannya dengan kehidupan si Gagah. Ternyata memang cocok homeschooling ini bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan anaknya yang hadir setiap ia bersekolah formal.

Obsesi Jadi Juara Kelas
http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/12/agar-anak-menjadi-juara/
Kalau dilihat dari sudut pandang psikologi pendidikan, anak ini memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi merupakan suatu dorongan internal dalam diri yang mempengaruhi anak untuk berpikir, merasa dan bertindak. Ketekunan dalam diri anak membuat dia sangat antusias untuk menjadi sang juara. Dia juga memiliki motivasi internal. Dia ingin menjadi juara kelas karena memang dia ingin, bukan karena ada reward yang ia akan dapatkan ketika dia benar-benar mendapatkan tujuannya.
Dari pandangan pendidikan keluarga pun dia sangat beruntung. Ibunya seorang guru dan ayahnya seorang yang juga berpendidikan baik. Hal itu membuat proses pencapaian tujuannya semakin lancar. Dari psikologi keluarga ini merupakan hal yang sangat baik. Dia diberi disiplin yang benar-benar ia ikuti sehingga dapat mencapai obsesinya.
Bimbingan belajar dalam keluarga pun sangat berpengaruh. Dia didukung oleh cara didik kombinasi dari kedua orangtuanya. Diberi jadwal belajar yang sangat baik sehingga memudahkan proses belajarnya, walaupun sebenarnya memang dasar motivasinya yang baik. Bimbingan sekolahnya pun juga akan sangat berpengaruh. Di sekolah dia keinginan kuatnya ditangkap oleh sang guru yang juga sangat mendukungnya. Sampai-sampai dia dijadikan perwakilan sekolah untuk olimoiade sains. Itu akan meningkatkan keinginannya apalagi adanya suatu apresiasi yang sebenarnya tidak terlalu dipedulikannya karena sudah adanya motivasi internal tadi.

Murid ‘Menamai’ Guru
http://www.gadis.co.id/gaul/ngobrol/dosa.sama.guru/001/007/388
Dari psikologi pendidikan, sebenarnya hal yang paling mendasari anak 'menamai' gurunya adalah karena cara mengajar guru yang kurang berkenan, masalah pribadi dengan guru, juga bisa karena saking senangnya pada si guru. Julukan ini bisa saja dengan berbagai macam, ada yang baik ada pula yang jelek. Tergantung apa alasan ataupun imej yang selama ini melekat pada gurunya.Misalnya dia anak kesayangna gurunya, dia juluki gurunya Ibu sayang atau Bapak sayang, misalnya gurunya kejam dia panggil Nenek sihir. Bukankah ini suatu fenomena yang sering kita temui di lingkungan sekolah. Hampir tiap guru di sekolah ataupun dosen di kampus pasti punya 'nama cantik' nya masing-masing.
Psikologi pendidikan keluarga melihat ini sebagai kegagalan keluarga mendidik anak untuk lebih menghargai orang-orang sekitar. Guru mungkin pada awalnya tidak tahu mengenai hal ini, namun sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai pasti akan tercium jua. Guru pasti akan mengetahui dan mengadu ke orangtua ataupun sebagainya.Ujung-ujungnya pasti berimbas ke keluarga juga bukan. Dibilanglah orangtuanya yang tidak becus mendidik anak, dibilang orangtuanya tidak memperhatikan anak, dan lain sebagianya.
Dari sudut psikologi bimbingan belajarnya sendiri, sebenarnya anak harus sering dibimbing di sekolah. Ada Bimbingan Konseling di sekolah yang sangat berguna untuk murid. Murid diarahkan untuk mengarahkan emosi dengan cara yang baik selain dengan 'menamai' guru nya. Walaupun nama yang diberi masih bagus-bagus saja seperti Ibu Cantik, dan lain-lain. Tapi tetap saja nama dari orangtua adalah nama yang paling baik untuk kita bukan?


Pendidikan Anak Indigo
http://riantipuspaandita.wordpress.com/2010/05/04/contoh-kasus-anak-indigo/
Anak Indigo adalah anak yang unik. Anak indigo juga biasanya disebuut dengan anak ungu,indigo jugalah sebutan untuk warna ungubiru. Anak-anak Indigo sebagai generasi yang dilahirkan saat ini, sebagian besar berumur 12 tahun atau lebih muda. Mereka berbeda. Mereka memiliki karakteristik yang sangat unik yang membuat mereka terlihat berbeda dari generasi anak-anak yang lain. Indigo sebagai sebuah sebutan menunjukkan warna aura yang mereka bawa, yang mengindikasikan adanya chakra “Mata Ketiga”, yang menunjukkan kemampuan Psychic dan ketajaman intuisi.Mereka adalah anak-anak yang umumnya tidak mudah diatur oleh kekuasaan, tidak mudah berkompromi, emosional dan beberapa diantaranya memiliki tubuh rentan, sangat berbakat atau berkemampuan akademis baik dan mempunyai kemampuan metafisis. Anak indigo ini memiliki sensitifitas yang sangat tinggi.
Anak indigo sering sekali dikatakan “anak aneh” padahal pada kenyataannya adalah mereka mempunyai sesuatu yang lebih dari anak-anak lain. Atau bahkan ada yang mengira anak indigo anak yang mempunyai roh-roh halus didalamnya padahal pada kenyataannya anak indigo mempunyai spiritualitas yg tinngi bukan berhubungan langsung dengan roh-roh halus. Bahkan ada yang mengira ini adalah sebuah penyakit.
Pendidikan yang seharusnya didapati anak indigo jika dilihat dari psikologi pendidikan adalah pendidikan untuk anak berkebutuhan khusus. Seperti yang tertulis di atas bahwa anak indigo adalah sesosok anak yang unik. Anak-anak yang memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak lain ini, jelas memerlukan peran pendidikan yang khusus pula. Misalnya dia lancer berbahasa Inggris dengan logat yang kental padahal dia tidak dibesarkan di lingkungan itu. Nah, jadi walaupun dia berkelebihan dalam bidang itu bukan berarti dia tidak harus sekolah, dia harus tetap sekolah karena anak itu masih dalam tahap berkembang. Peran orangtuapun cukup penting dalam hal ini. Anak- anak seperti ini tidak sedikit yang berkesusahan dalam beradaptasi dalam lingkungan. Banyak anak berbakat yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan sekolah sehingga mereka dikatakan bermasalah seperti terkena Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder) atau autisme.
Dalam psikologi pendidikan di pendidikan anak berkebutuhan khususlah anak indigo ini seharusnya ditempatkan karena anak indigo adalah anak yang “khusus” jadi pendidikan dan cara penyampaian pendidikannya harus tepat agar anak indigo merasa jauh lebih baik dan juga peran orangtua dalam mendidik serta penyesuaian diri di dalam lingkungannya sehari-hari.

Selasa, 15 Maret 2011

Intelegensi

IQ yang superior

Sho-Yano Anak Yang mempunyai IQ tinggi Se-Dunia

Sho Yano Lahir di Portland, Oregon, pada tahun 1991. ia adalah anak keturunan Jepang dan Korea yang berkewargenaraan Amerika. Pada usia 12 tahun ia memperoleh gelar IQ tertinggi sedunia dengan figur atau gambaran IQ yang begitu tingginya sehingga tidak dapat diukur lagi. Ia dilaporkan bermain ala chopin pada usia 3 tahun. Setelah memperoleh skor 1500 pada SAT di usia 8 tahun, ia masuk Loyola University pada usia 9 tahun dan lulus dengan summa cum laude pada usia 12 tahun dan sekarang masuk sekolah kedokteran Pritzker di University of Chicago pada program MSTP yang dirancang untuk mengkombinasikan gelar MD dan PhD.

Ia mulai kuliah pada usia 9 tahun di Loyola University dan menjadi mahasiswa terkecil di kampus dengan IQ tertinggi. Ia mengatakan tes IQnya menunjukkan angka 200, jauh di atas rata-rata dan dikategorikan di level jenius. Meskipun demikian, sho tidak peduli pada gambaran tersebut yang mendukung intelegensi extraordinarynya. “saya tidak terlalu peduli pada IQ”, katanya. “lebih penting adalah kerja keras.”. pada saat anak-anak lain seusianya berada di kelas empat dan belajar tentang ibukota negara dan fraksi, Sho belajar pengobatan dan menulis makalah tentang posisi kepedulian kesehatan pada kandidat presiden, yaitu George W. Bush dan Al Gore.

Dosennya mengatakan, kadang-kadang Sho menjawab pertanyaan sebelum waktunya. Sho juga belajar biologi, komposisi musik dan bahasa Inggris. Ia menulis makalah di saat bersamaan dengan mempelajari sel-sel dan kanker.

Kelulusannya pada kampus pertama adalah A-. pada ujian kimia ia memperoleh skor 106 dengan angka tertinggi yaitu 108. sho mengatakan kunci dari intelegensinya ditemukan pada DNA dan factor keluarganya. “ saya rasa ada factor genetic dari orang tua saya. Dan orang tua juga sangat mendukung serta memfasilitasi saya”.

Ayahnya adalah Katsura, seorang Jepang dan orang bisnis yang sukses. Ibunya, Kyung, adalah orang Korea, seorang ibu rumah tangga yang merawat anak-anaknya. Keduanya lulusan universitas. Ketika Sho berumur 2 tahun, ia dapat menulis. Umur 3 tahun, ia dapat membaca. Umur 4 tahun, ia dapat memainkan musik klasik. Umur 5 tahun sudah dapat membuat komposisi lagu. Sho menulis 29 lagu. Lagu favorit yang ditulisnya adalah ketika pergi bersama kedua orang tuanya ke pemandian air panas setelah kelahiran adiknya.

Sho tidak terlalu tertarik pada musik pop. “saya menyukai musik klasik. Favorit saya adalah Bach. Saya tidak menyukai musik metal. Orang tua Sho membuktikan bahwa Sho adalah anak berbakat. Ketika seorang anak tumbuh lebih cepat dan dapat menikmati hidupnya maka hal tersebut tidak dapat dihentikan. Orang tua Sho juga melakukan hal-hal yang dapat membuat hidup Sho seimbang. Ada waktunya Sho ikut Tae Kwon Do dan komitmennya untuk ke gereja sangat kuat.

Sho juga mengatakan, ”saya tidak merasa jenius. Saya anak gifted. Saya mendapatkannya dari Tuhan dan juga dimiliki oleh orang lain, jadi jangan disia-siakan.”

Jumat, 11 Maret 2011

♥ K E T U L U S A N . . . .

17.00 wib
“kita putus..” terdengar suara teriakan seorang wanita di sudut taman kepada seorang lelaki dan tanpa basa-basi lagi wanita itu pergi berlari meninggalkannya.
“gubrak !!” terdengar suara bantingan pintu. Seorang wanita yang berlari dari taman sampai ke rumahnya dan membanting kamarnya itu bernama Clemensia Aurora Lavoitha dari kecil dia sudah biasa dipanggil dengan sebutan Titha,awalnya ayah bunda Titha memanggilnya dengan sebutan Vitha tapi karna waktu kecil Titha gabisa bilang Vitha bisanya Titha alhasil sampai sekarang Titha hampir menginjaki bangku kuliah dia dipanggil dengan sebutan Titha.
“Thaaa…Tithaaa….lo udah pulang?” terdengar suara abangnya Thita yang sedang berjalan mengarungi tangga menuju kamar Titha.
Alehandro Obadiah seorang pianis handal yang sedang kuliah di Fakultas Kedokteran salah satu Perguruan Tinggi Negri ternama dan hobi bermain basket yang biasa dipanggil dengan sebutan Ale.
Ale : “tha,lo nangis?lo kenapa? Siapa yang buat lo nangis sampe keringetan gini?”
Titha : “…….” sambil buru-buru memeluk abang kesayangannya itu
Ale : “jawab dong lo kenapa?” sambil berusaha melepas pelukan adiknya itu supaya adiknya memberikan alasan kenapa dia nangis
Titha : “ryaaaann..”
Ale : “Sialan!!!! Lo nangis gara-gara Ryan ? Cuma gara-gara cowok tha ?” cowok gajelas itu lo tangisi sampe sebegininya tha ? ya Tuhan Lavoitha !!!! sambil memeluk erat adiknya.
Sambil memegang kepala adiknya dan memandang dalam mata adiknya Ale bilang “tha,sekarang lo cerita sama gua lo diapain sama ryan.”
Titha : “tapi lo janji gaboleh emosi ya?soalnya gua juga udah …
Ale : “iya gua janji sayang”
Titha : “ryan selingkuhin aku al”
Ale : “apa?!! Kurang ajar banget tuh si Ryan ! gua datangin aja dia?”
Titha : “tuh kan males gua cerita jadinya.tadikan janjinya ga pake emosi al” sambil narik ingus dan mengelap air mata.
Ale : “maaf,gua kelepasan..iya gua juga gamau kali adek gua disakitin begini!trus ?
Titha : “sebenarnya semalam gua liat Ryan di parkiran tempat lesnya dia di dalam mobilnya lagi beduaan sama cewek lain al..gua sengaja ga turun dari mobil dan parkir jauh supaya dia ga ngeliat Titha,Titha tungguin dia sampe keluar dari mobil. Setelah 2jam Titha nunggu dia al ,ternyata saat dia keluar dari mobil celananya itu berantakan al ,sletingnya aja kebuka al ,dan lo tau cewek itu bener-bener berantakan kluar dari mobil. Dan mesra banget al. Lo tau dong al mereka ngapain. Beneran al, Titha lemas banget waktu liat itu, rasanya mau nginjak gas kencang-kencang pergi dari tempat itu.”
Ale : “bajingan tuh cowok!” gua gamau liat lo berhubungan lagi sama dia ya! Putusin aja dia. Ga pake lah cowok kayak gitu tha!”
Tapi tunggu,lo belum ada diapa-apain sama dia kan tha?”
Tiba-tiba handphonenya Titha bunyi ternyata ada sms masuk ternyata dari Ryan “tha,gua maaf banget tha,gua khilaf,gua tau gua salah ta,tapi tolong tha kita jangan putus,gua sayang banget sama lu tha. Demi apapun cuma lo yg gua sayang,Cuma lo yang ada dihati gua tha. Lo percaya kan tha ?”
Titha cuma bisa diam dan berlinang airmata sambil membaca sms itu lalu Ale mengambil hp Titha lalu membacanya dan langsung menelepon Ryan
Ale “hey man! Kalau emang lo sayang sma adek gua lo ga bakal nyakitin dia,lo gabakal selingkuhin dia bajingan kayak lo ga pantas sama adek gua! Jangan pernah hubungin adek gua lagi. Ketulusan adek gua lo balas pake penghianatan!sanggup banget lo gituin dia! Ini yang lo bilang sayang? Ini yang lo bilang cinta?hahaaaa..sakit jiwa lo man!
Ryan “gua sayang sama adek lo al sayang banget gua cinta gua gamau kehilangan dia al makanya gua ga brani nyentuh dia. Tapi gua juga manusia al gua pengen dekat dan lebih sama cewek tapi gua ga dapat itu dr Titha al gua ga brani nyentuh dia itu Cuma karna gua sayang banget sama dia al. makanya gua cari pelampiasan tapi jujur al. gua sayang banget sama adek lo”
Ale “sakit jiwa lo” sambil matiin telponnya..
“tha,gua gamau lo berhubungan lagi sama dia.. lupain semuanya”
“lo yakin gua bisa al? 3tahun gua ngejalanin masa SMA sama dia al,kita satu sekolahan,tiap hari ketemu al” ,jawab Titha
Sambil membawa adiknya berdiri di depan kaca Ale bilang “tha,lo liat diri lo,lo itu berharga tha. Bukan dia aja laki-laki di dunia ini. Emang mungkin ga gampang tapi seiring berjalannya waktu lo pasti bisa lupain dia tha,percaya sama gua. Cuma gara-gara lakilaki mental adik gua rusak oh ga banget loh tha! Dia itu gapantas terima ketulusan cinta lo,gua yakin diluar sana uda ada cowok yang tulus juga yang bisa membalas cinta lo. Oke sayang.lagian bentar lagi kan lo tamat tha,kampus kalian juga pasti akan beda. Pasti bisa deh !” sambil meluk Titha
Titha “makasia al,lo emang abang Titha yang paling baik,tp lo juga tetap bantuin Titha buat lupain dia iya al”
Ale “siap bos!” sambil mengelus-elus kepala adiknya dan menarik kepala Titha ke dadanya.
“astaga al!!” teriak Titha
“titha lupa hari ini manggung jam8 ! astaga sekarang jamberapa al ?”
“kebiasaan deh lo tha…sekarang jam7. Udah buruan mandi sana!” ,kata Ale
“anterin uya al,please” ,kata Titha..Ale “iya udah sana mandi”
“makasia Aleku sayang” sambil mencium pipi abangnya dan langsung pergi kekamar mandi.
Clemensia Aurora Lavoitha seorang model yang mempunyai suara bagus dan sangat suka menari setelah lulus dari SMA dengan nilai yang bisa membuat bangga ayah bundanya sekarang telah menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi di salah satu Perguruan Tinggi Negri ternama.
Selama proses “melupakan” begitu banyak lelaki yang mendekati Titha. Mulai dari yang namanya
*Albert si tajir yang bener bener menganggarkan ketajirannya itu dan menganggap Titha akan luluh dengan hartanya yang banyak. Tapi nyatanya Titha malah ilfeel takut ntar dibeli sama dia. Titha berfikir kalau “uang aja dia gabisa hargai apalagi gua?bisa-bisa direndahin terus. Ternyata pilihan Titha tepat ga lama kemudian dia jadian sama wanita lain dan wanita itu benar-benar hidup mewah tapi tak berharga.
Laluu ..
*Fredrick,mahasiswa fakultas Hukum yang katanya “keras” kalau tadi Albert menganggarkan kekayaannya nah si Fredrick ini menganggarkan kekuatan yang dia punya. Dia merasa dia punya kuasa akan semuanya. Titha mulai merasa nyaman dengan adanya Fredrick tapi ternyata disaat Fredrick mendekati Titha dia juga mendekati cewek lain dan ternyata Fredrick lebih milih cewek lain itu dan Titha pun sedih tapi setelah beberapa minggu Fredrick datang lagi ke Titha dengan meminta maaf dan meminta Titha menjadi pacarnya. Titha Cuma bilang “lo kira gua boneka?”
*Jordan,idola basket se Fakultas Teknik tampan,tinggi, badan berisi. Sekian lama mereka dekat akhirnya Jordan mengajak Titha makan malam dirumahnya bersama papa mamanya Jordan. Makan malam begitu hikmat dengan canda tawa. Titha ngerasa Jordan baik sama dia,Jordan akan serius dan tidak akan mempermainkannya seingga Titha merasa mungkin Jordan lah orangnya. Minggu pagi Titha berniat mengantarkan sarapan ke rumah Jordan tapi apa yang Titha liat? Wanita yg dikenalkan sebagai mama sama Titha adalah seorang pembantu Rumah Jordan dan lelaki yang katanya papanya adalah tukang kebunnya Titha mencari Jordan ke kamarnya dan dia menemukan Jordan masih tidur bersama wanita lain. Sungguh Titha merasa tersakiti dan diapun pulang sambil menangis..
*dan banyak nama lainnya seperti Youbel, Henry, Richard, Vamiga, Michael dan Kelly yang endingnya semua benar-benar sad ending…
Hari ini Ale wisuda dan Titha sangat senang abangnya telah menjadi seorang dokter tapi Titha merasa sedikit sedih karena abangnya yang paling dia sayang itu berencana menikah tahun depannya.
Karna Ale mulai sibuk dengan profesi barunya dia gasempat lagi nemenin tiba kemana-mana. Akhirnya Titha pun berenang sendiri sore itu. Karna kesalnya sama Ale sampai di kolam Titha langsung berenang beberapa kali putaran tapi tanpa pemanasan dulu. Alhasil di tengah kolam kaki Titha kram. Titha tenggelam dan banyak meminum air kolam dan pingsan. Ketika Titha sadar dia sudah berada di suatu tempat yang dia benar-benar familiar dengan semuanya karna dia berada dikamarnya.
Ayah Bunda Titha yang Luar Negri pun sampai memesan tiket pulang karena kekhawatirannya terhadap anak gadis satu-satunya itu tapi untungnya Ale si dokter yang baru sah menjadi dokter itu langsung sigap menangani adiknya.
Titha tersadar dengan muka bingungnya lalu Ale bilang “lo td kram di air trus pingsan,untung ada yang nolongin tha coba kalo engga ?ahh..jauh jauh deh. Sebelum berenang ingat pemanasan dulu dong biar ga kejadian begini lagi.”
Titha ga jawab apa-apa dia Cuma bisa diam dan bingung…
Keesokan harinya dikampus Titha keluar kelas dan berjalan meluntai-luntai sendirian kearah kantin,memesan makanan lalu duduk. Setelah beberapa saat makanan yg Titha pesan datang tapi tidak lama kemudian seorang lelaki berbadan tegap menghampirinya juga katanya “boleh aku duduk disini?” “boleh silahkan”’ jawab Titha. “udah mendingan keadaannya?” Tanya lelaki itu. Titha bingung dan mereka berbicara panjang lebar ternyata lelaki itu bernama Ferdinand Abigail, lelaki yang sudah menyelamatkan nyawa Titha semalam dan tenyata dia juga senior Titha dikampus tapi karna Titha menutup mata dari banyak lelaki dia tidak pernah menyadari adanya Aby. Ternyata Aby sebentar lagi akan mendapatkan gelar dokter giginya. Awalnya sih mereka bercerita tentang kejadian semalam lalu mereka saling berbagi cerita tentang hobby mereka, kegiatan dan semuanya pun berlanjut.
Seminggu duaminggu tiga minggu terlewati ….
Aby dan Titha semakin dekat sering pergi bareng bercerita layaknya pasangan yang berpacaran. Tapi, mereka belum jadian. Sebenarnya didalam lubuk hati Titha dia masih merasa sangat takut untuk jatuh cinta lagi dia takut Aby membuatnya jatuh cinta lalu meninggalkannya atau menghianatinya seperti lakilaki sebelum Aby. Karena sering bersama dan mereka sudah dekat Aby sering main ke rumah Titha sehingga Ale dan Aby sekarang pun semakin dekat mereka sering bertukar pikiran tentang ilmu kedokteran yang mereka punya walaupun yang satu dokter umum yang satu dokter gigi. Walaupun Aby sering ke rumah Titha dan tau keluarga Titha seperti apa, tapi Titha tidak pernah tau keluarga Aby itu seperti apa. Jangankan untuk ke rumah Aby sekedar bercerita tentang keluarganya saja Aby tidak pernah asal ditanya pasti selalu mengalihkan. Sebenarnya Titha ada merasa sedikit keanehan di dalam diri Aby, tapi Titha tidak tau itu apa. Semakin hari Aby dan Titha semakin dekat semakin mengenal satu samalain.
Hingga suatu hari Aby mendatangi Rumah Sakit dimana Ale bekerja dan Aby bilang kalau dia sangat mencintai adkinya Aby ingin menikah dengan adiknya saat dia dan Titha sudah tamat kuliah, dia benar-benar mencintainya. Tapi respon Ale sungguh diluar dugaan. Ale marah-marah sama Aby, Ale bilang kalau dia ga mau adeknya disakiti lagi dia sayang banget sama adiknya dia ga rela adiknya nangis lagi hanya karena laki-laki. Tapi dengan ketegasan Aby bilang “lo,bisa bunuh gua le kalo gua sampe nyakitin adek lo “ lalu Ale diam dan merangkul Aby sambil berkata “gua percaya sama lo by,jagain adek gua iya” “pasti,pasti gua jagain,gua sayang banget sama dia le” jawab Aby
Malam harinya Aby datang ke rumah Titha, Titha merasa keberadaan Aby itu beda dari biasanya karena kebanyakan diam dan ketus kalau ditanya. Sudah 5 jam mereka diam-diaman di ruang tv. Suasana benar-benar dingin pada saat itu sampai Aby memegang tangan Titha dan membawa Titha pergi ke taman belakang rumahnya. Titha Cuma bisa pasrah karena genggaman Aby sangat erat dan Titha juga gabisa bohong kalau Titha benarbenar merasa nyaman saat tangannya digenggam Aby. Taman belakang rumah Titha yang tadinya layaknya taman biasa sekarang berubah menjadi tempat yang benar-benar romantis. Sebuah meja dengan dua buah kursi,lilin dan sebagainya. Taman itu hanya diterangi cahaya lilin dan rembulan setiap sudut sudut taman dipasang lilin yg beraroma sehingga taman itu wangi dan diatas rumput taman itu berserakan kelopak kelopak bunga mawar. Titha masih terdiam terpaku melihat hasil karya Aby itu untuknya.
“happy birthday!” kata Aby sambil memberikan bunga mawar putih kehadapan Titha. Belum sempat Titha menjawab Aby menariknya dan mendudukkannya di kursi dan Aby memetikkan jarinya sehingga seorang datang membawakan makanan mereka. Dan ternyata seorang yang membawa makanan itu adalah Ale. Titha kaget tapi Titha senang. Mereka makan malam yang begitu hangat berdua bercanda tawa dan tidak adanyanya kesedihan disana. Mereka berdua begitu menikmatinya.
Dan ternyata saat di Rumah Sakit Ale dan Aby telah merencanakan semuanya dan saat di ruang tv kenapa Aby diam saja dan dingin itu karena Aby menahan nahan laparnya karena menunggu waktu kearah jam12 agar pas di hari ulang tahunnya Titha. dan karena antusiasnya menyiapkan kejutan buat Titha Aby belum makan seharian.
Aby pun menginap dirumah Titha dia tidur di kamar tamu. Dan ternyata kejutann buat Titha belum selasai. Saat Titha tidur Aby meletakkan kadonya buat Titha ada yang tepat di samping kepalanya ada yg dibwah tempat tidur dan tempat lainnya. Saat Titha bangun dan mendapatkan kado itu Titha langsung duduk dan membuka kadonya dan ternyata sebatang coklat lalu tithe langsung membuka suratnya yang isinya “would” Titha bingung lalu berniat menghampiri Aby dikamar tamu. Tapi pada saat Titha menginjakkan kakinya ke lantai ada sebuah kado lagi sebuah cd yang diatasnya tertulis “you” buru-buru Titha memasang cd itu di laptopnya melihat isi cd itu Titha Cuma bisa terkaget lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menangis. Isi nya adalah foto-foto Titha mulai Titha masuk kuliah ada fotonya saat ospek dikampus,belajar dikampus,saat berjalan dikampus,dikusi, bermain bercanda tawa hingga menagis bersama teman-temannya dikampus. Tapi, tidak hanya dikampus saja ada juga saat Titha berenang,hamper setiap kali Titha berenang ada fotonya dan saat Titha manggung pun begitu banyak fotonya, mulai dari desaigner biasa sampai desaigner ternama semua fotonya ada di cd itu dan semua pergerekan perjalan Titha ada di cd itu dalam bentuk foto berjalan. Di akhir cd itu ada tertulis “be”.
Titha buru-buru keluar kamar tapi saat dia membuka pintu kamarnya di keset pintu kamarnya ada kado berikutnya Titha mengambilnya dan terduduk lemas. Dia tidak menyangka Aby orangnya seperti ini lalu dia buka kadonya. Isinya adalah higheels kesayangan Titha yang pernah tinggal di hotel saat dia manggung dan Titha nangis 3hari karena hilang, sudah dicariin tapi tidak dapat ternyata diambil Aby. Titha tersenyum sambil meneteskan airmata. Lalu isi suratnya “my”.
Titha berjalan berhati-hati menuju kamar tamu karena dia tidak mau ada kado yang terlewatkan. Tapi sampai dikamar tamu tidak ada satu kadopun yang didapati Titha. Tapi pintu kamar dimana Aby tidur terbuka sedikit. Lalu Titha masuk dan langsung terdengar lagu yang berjudul be my lady. Diatas tempat tidur ada kertas tanpa kadonya terlulis “lady”. Lalu semua kertas yang Titha punya disusunnya di atas tempat tidur tapi Titha bingung kenapa yang terakhir ga ada kadonya. Setelah disusunnya yang dia dapat kalimat “would you be my lady” lalu Titha melihat kanan kirinya seakan mencari sesuatu lalu tiba-tiba Aby datang dan berkata “kamu nyari kado yang terakhir?” Titha tersenyum dan menghampiri Aby dan langsung memeluknya. Sekarang lagunya because of you yang terdengar. Lalu Aby mengeluarkan isi kantongnya yaitu sebuah cincin dan Aby berkata “would you be my lady tha?” Titha tak bisa berkata-kata dia Cuma bisa menganggukkan kepala lalu Aby memeluknya erat.
Lalu Ale datang bersama calon istrinya Gwen menghampiri Ale dan Titha. mereka datang untuk merayakan ulangtahun adik kesayangan Ale dan hari jadiannya Aby dan Titha.
Seharian penuh mereka tertawa bahagia dengan sukacita merayakan semuanya. Hingga keesokan harinya Aby mengajak Titha ke sebuah tempat.
Tibanya disana Titha bingung dan berkata “kamu ngapain ngajak aku kesini by? Siapa yang meninggal?” ternyata Aby mengajak Titha ke kuburan. Hingga berhenti di satu tempat yang ada 3buah nisan. Lalu Aby terjongkok dan berkata “tha,kamu pernah nanya kenapa aku ga pernah crita soal keluargaku kan? Sebenarnya papa mama aku udah lama meninggal sejak aku sd,mereka kecelakaan mobil saat mamaku lagi hamil dan mau melahirkan adikku. Mereka bertiga meninggal ditempat.” Sambil membersihkan kuburan keluarganya. “sejak saat itu aku benar-benar depresi dan tidak tahu harus apa aku tinggal bersama adiknya papaku tapi aku tumbuh menjadi seorang anak yang aneh sampai aku sering di bawa ke psikolog tapi tidak sembuh sembuh juga hingga aku bisa sembuh dan mengobati diriku sendiri. Hampir setiap malam mamaku selalu datang di mimpiku dan mengajariku banyak hal mungkin itulah satu faktor yang kuat aku bisa sembuh. Aku gatau karena mamaku seorang psikolog ataupun karena aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu makanya aku bisa sembuh walaupun di dalam mimpi. Aku ga tau. Tapi yang pasti aku sayang banget sama ibuku dan dialah pengaruh terbesar kesembuhannku sehingga sekarang aku bisa menjadi seperti ini. Lulus SMA omku kembali ke New York dan aku hidup sendiri disini sampai sekarang ini.
“ Sebenarnya aku udah kubur ini dalam-dalam karena ini terlalu sakit buat aku. Tapi karna aku udah ngerasa kamu bagian dari hidup aku kayaknya kamu boleh tahu semuanya.
Lalu Aby membawa Titha ke rumahnya. Titha kaget ternyata rumah Aby dekat dengan rumahnya. Aby membawa Titha kerumahnya dimana dulunya Aby, papa dan mamanya tinggal. Tapi, selama ini Aby tidak tinggal disitu dia tinggal di apartement karena rumah itu terlalu besar buat dia tinggal sendiri dan begitu banyak kenangan didalamnya. Lalu Aby menunjukkan foto seorang wanita kepada Titha dan dia benar-benar kaget Karena wanita itu begitu mirip dengan dirinya “itu mama”, kata Aby lalu Titha beralih ke foto yang lain “itu papa”, kata Aby lagi.
Pertama kali Aby melihat Titha adalah pada saat ospek dikampus dan Titha benar-benar menarik perhatiannya. Sebenarnya banyak perempuan yang telah menyakiti Aby hanya karena masalalunya yang seperti itu, banyak wanita yg meninggalkannya begitu saja tanpa memperdulikan ketulusan Aby.
Perjalanan cinta Aby dan Titha tidak jauh beda karena selalu saja disakiti oleh lawan jenis mereka. Tapi Aby berani menceritakan masalalunya sama Titha karena dia yakin Titha beda dengan wanita-wanita lainnya yang meninggalkan dia hanya karena masalalunya. Dan ternyata Aby benar Titha tidak malu dan bisa menerima semuanya, Titha bisa menerima Aby apa adanya Aby dengan masalalunya dan semua semuanyaaa…
Karena kita hidup di masa sekarang dan masa lalu hanya sebagian dari kenangan, masih ada masa depan yang menunggu kita..
Tapi terkadang rasa sakit itu indah karena mereka bisa mengajari kita cara untuk bertahan….
Segala sesuatu yang kita alami pasti ada sesuatu yang indah dibalik itu semua. Sesering apapun kita disakiti oleh orang akhirnya kita akan menerima sebahagia apa kita bersama orang lain yang benar-benar tulus dengan kita.
Karena percayalah seorang yang tulus akan dapat seorang yang tulus juga dan seorang yang baik akan mendapat seorang yang baik juga.
CINTA GA PERNAH SALAH DAN KETULUSANPUN TIDAK ADA YANG SIASIA

♥♥

Rabu, 02 Maret 2011

Banyaknya Ragam Metode Pembelajarn

Begitu banyak metode-metode pembelajaran yang ada. Beberapa contoh metode pembelajaran tersebut yaitu :

1. METODE CERAMAH
Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan metode tradisonal. Karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif.
a. Kelebihan Metode Ceramah
1) Guru mudah menguasai kelas.
2) Mudah dilaksanakan.
3) Dapat diikuti anak didik dalam jumlah besar.
4) Guru mudah menerangkan bahan pelajaran berjumlah besar.
b. Kekurangan Metode Ceramah
1) Kegiatan pengajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
2) Anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya dapat lebih besar menerimanya.
3) Bila terlalu lama membosankan.
4) Sukar mengontrol sejauhmana pemerolehan belajar anak didik.
5) Menyebabkan anak didik pasif.
2. METODE PROYEK
Metode proyek adalah suatu cara mengajar yang memberikan kesempatan kepada anak didik untuk menggunakan unit-unit kehidupan sehari-hari sebagai bahan pelajarannya. Bertujuan agar anak didik tertarik untuk belajar.
a. Kelebihan Metode Proyek
1) Dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan.
2) Melalui metode ini, anak didik dibina dengan membiasakan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan terpadu, yang diharapkan praktis dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
b. Kekurangan Metode Proyek
1) Kurikulum yang berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun horizontal, belum menunjang pelaksanaan metode ini;
2) Organisasi bahan pelajaran, perencanaan, dan pelaksanaan metode ini sukar dan memerlukan keahlian khusus dari guru, sedangkan para guru belum disiapkan untuk ini;
3) Harus dapat memilih topik unit yang tepat sesuai kebutuhan anak didik, cukup fasilitas, dan memiliki sumber-sumber belajar yang diperlukan;
4) Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
3. METODE EKSPERIMEN
Metode eksperimen adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik perorangan atau kelompok, untuk dilatih melakukan suatu proses atau percobaan. Dengan metode ini anak didik diharapkan sepenuhnya terlibat merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, menemukan fakta, mengumpulkan data, mengendalikan variabel, dan memecahkan masalah yang dihadapinya secara nyata.
a. Kelebihan Metode Eksperimen
1) Metode ini dapat membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku;
2) Anak didik dapat mengembangkan sikap untuk mengadakan studi eksplorasi (menjelajahi) tentang ilmu dan teknologi, suatu sikap yang dituntut dari seorang ilmuwan; dan
3) Dengan metode ini akan terbina manusia yang dapat membawa terobosan-terobosan baru dengan penemuan sebagai hasil percobaannya yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup manusia.
b. Kekurangan Metode Eksperimen
1) Tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan tidak setiap anak didik berkesempatan mengadakan eksperimen;
2) Jika eksperimen memerlukan jangka waktu yang lama, anak didik harus menanti untuk melanjutkan pelajaran; serta
3) Metode ini lebih sesuai untuk menyajikan bidang-bidang ilmu dan teknologi.
4. METODE PEMBERIAN TUGAS DAN RESITASI
Pemberian tugas dengan arti guru menyuruh anak didik misalnya membaca, tetapi dengan menambahkan tugas-tugas seperti mencari dan membaca buku-buku lain sebagai perbandingan, atau disuruh mengamati orang/masyarakatnya setelah membaca buku itu. Dengan demikian, pemberian tugas adalah suatu pekerjaan yang harus anak didik selesaikan tanpa terikat dengan tempat.
a. Kelebihan Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
1) Pengetahuan yang anak didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama; dan
2) Anak didik berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggung jawab, dan berdiri sendiri.
b. Kekurangan Metode Pemberian Tugas dan Resitasi
1) Seringkali anak didik melakukan penipuan di mana anak didik hanya meniru hasil pekerjaan orang lain tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri;
2) Terkadang tugas itu dikerjakan orang lain tanpa pengawasan; dan
3) Sukar memberikan tugas yang memenuhi perbedaan indi¬vidual.
5. METODE DISKUSI
Diskusi adalah memberikan altematif jawaban untuk membantu memecahkan berbagai problem kehidupan. Dengan catatan persoalan yang akan didiskusikan harus dikuasai secara mendalam.
a. Kelebihan Metode Diskusi
1) Menyadarkan anak didik bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan dan bukan satu jalan (satu jawaban saja).
2) Menyadarkan anak didik bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik.
3) Membiasakan anak didik untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya sendiri dan membiasakan bersikap toleran.
b. Kekurangan Metode Diskusi
1) Tidak dapat dipakai pada kelompok yang besar;
2) Peserta diskusi mendapat informasi yang terbatas;
3) Dapat dikuasai oleh orang-orang yang suka berbicara; dan
4) Biasanya orang menghendaki pendekatan yang lebih for¬mal.
6. METODE LATIHAN
Metode latihan (driil) disebut juga metode training, yaitu suatu cara mengajar untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga, sebagai sarana untuk memelihara kebiasaan-kebiasaan yang baik. Selain itu, metode ini dapat digunakan untuk memperoleh suatu ketangkasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan.
a. Kelebihan Metode Latihan
1) Dapat untuk memperoleh kecakapan motoris, seperti menulis, melafalkan huruf, membuat dan menggunakan alat-alat.
2) Dapat untuk memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda/simbol, dan sebagainya.
3) Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan pelaksanaan.
b. Kekurangan Metode Latihan
1) Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian dan diarahkan kepada jauh dan pengertian.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3) Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
4) Dapat menimbulkan verbalisme.
7. PICTURE AND PICTURE
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Menyajikan materi sebagai pengantar
3. Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4. Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
5. Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6. Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai
7. Kesimpulan/rangkuman
8. NUMBERED HEAD TOGETHER ((KEPALA BERNOMOR) (SPENCER KAGAN, 1992)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6. Kesimpulan
9. COOPERTIVE SCRIPT (DANSEREAU CS., 1985)
Skrip kooperatif :
metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
1. Guru membagi siswa untuk berpasangan
2. Guru membagikan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar
4. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin, dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya.
Sementara pendengar :
• Menyimak/mengoreksi/menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap
• Membantu mengingat/menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya. Serta lakukan seperti diatas.
6. Kesimpulan Siswa bersama-sama dengan Guru
7. Penutup
10. KEPALA BERNOMOR STRUKTUR (MODIFIKASI DARI NUMBER HEADS)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai
Misalnya : siswa nomor satu bertugas mencatat soal. Siswa nomor dua mengerjakan soal dan siswa nomor tiga melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya.
3. Jika perlu, guru bisa menyuruh kerja sama antar kelompok. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa bernomor sama dari kelompok lain. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka
4. Laporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain
5. Kesimpulan
11. JIGSAW (MODEL TIM AHLI) (ARONSON, BLANEY, STEPHEN, SIKES, AND SNAPP, 1978)
Langkah-langkah :
1. Siswa dikelompokkan ke dalam = 4 anggota tim
2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda
3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan
4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan sub bab mereka
5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
7. Guru memberi evaluasi
8. Penutup
12. ARTIKULASI
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru menyajikan materi sebagaimana biasa
3. Untuk mengetahui daya serap siswa, bentuklah kelompok berpasangan dua orang
4. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannya mendengar sambil membuat catatan-catatan kecil, kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya
5. Menugaskan siswa secara bergiliran/diacak menyampaikan hasil wawancaranya dengan teman pasangannya. Sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya
6. Guru mengulangi/menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
7. Kesimpulan/penutup
13. MIND MAPPING
Sangat baik digunakan untuk pengetahuan awal siswa atau untuk menemukan alternatif jawaban
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mengemukakan konsep/permasalahan yang akan ditanggapi oleh siswa dan sebaiknya permasalahan yang mempunyai alternatif jawaban
3. Membentuk kelompok yang anggotanya 2-3 orang
4. Tiap kelompok menginventarisasi/mencatat alternatif jawaban hasil diskusi
5. Tiap kelompok (atau diacak kelompok tertentu) membaca hasil diskusinya dan guru mencatat di papan dan mengelompokkan sesuai kebutuhan guru
6. Dari data-data di papan siswa diminta membuat kesimpulan atau guru memberi perbandingan sesuai konsep yang disediakan guru
14. MAKE – A MATCH (MENCARI PASANGAN)
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya
7. Demikian seterusnya
8. Kesimpulan/penutup
15. THINK PAIR AND SHARE (FRANK LYMAN, 1985)
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan inti materi dan kompetensi yang ingin dicapai
2. Siswa diminta untuk berfikir tentang materi/permasalahan yang disampaikan guru
3. Siswa diminta berpasangan dengan teman sebelahnya (kelompok 2 orang) dan mengutarakan hasil pemikiran masing-masing
4. Guru memimpin pleno kecil diskusi, tiap kelompok mengemukakan hasil diskusinya
5. Berawal dari kegiatan tersebut, Guru mengarahkan pembicaraan pada pokok permasalahan dan menambah materi yang belum diungkapkan para siswa
6. Guru memberi kesimpulan
7. Penutup
16. BERTUKAR PASANGAN
Langkah-langkah :
1. Setiap siswa mendapat satu pasangan (guru bisa menunjuk pasangannya atau siswa memilih sendiri pasangannya).
2. Guru memberikan tugas dan siswa mengerjakan tugas dengan pasangannya.
3. Setelah selesai setiap pasangan bergabung dengan satu pasangan yang lain.
4. Kedua pasangan tersebut bertukar pasangan, kemudian pasangan yang baru ini saling menanyakan dan mencari kepastian jawaban mereka.
5. Temuan baru yang didapat dari pertukaran pasangan kemudian dibagikan kepada pasangan semula.
17. SNOWBALL THROWING
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan materi yang akan disajikan
2. Guru membentuk kelompok-kelompok dan memanggil masing-masing ketua kelompok untuk memberikan penjelasan tentang materi
3. Masing-masing ketua kelompok kembali ke kelompoknya masing-masing, kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada temannya
4. Kemudian masing-masing siswa diberikan satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu pertanyaan apa saja yang menyangkut materi yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok
5. Kemudian kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari satu siswa ke siswa yang lain selama ± 15 menit
6. Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian
7. Evaluasi
8. Penutup
18. TEBAK KATA
Media :
Buat kartu ukuran 10X10 cm dan isilah ciri-ciri atau kata-kata lainnya yang mengarah pada jawaban (istilah) pada kartu yang ingin ditebak.
Buat kartu ukuran 5X2 cm untuk menulis kata-kata atau istilah yang mau ditebak (kartu ini nanti dilipat dan ditempel pada dahi ataudiselipkan di telinga.
Langkah-langkah :
1. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai atau materi ± 45 menit.
2. Guru menyuruh siswa berdiri berpasangan di depan kelas
3. Seorang siswa diberi kartu yang berukuran 10×10 cm yang nanti dibacakan pada pasangannya. Seorang siswa yang lainnya diberi kartu yang berukuran 5×2 cm yang isinya tidak boleh dibaca (dilipat) kemudian ditempelkan di dahi atau diselipkan ditelinga.
4. Sementara siswa membawa kartu 10×10 cm membacakan kata-kata yang tertulis didalamnya sementara pasangannya menebak apa yang dimaksud dalam kartu 10×10 cm. jawaban tepat bila sesuai dengan isi kartu yang ditempelkan di dahi atau telinga.
5. Apabila jawabannya tepat (sesuai yang tertulis di kartu) maka pasangan itu boleh duduk. Bila belum tepat pada waktu yang telah ditetapkan boleh mengarahkan dengan kata-kata lain asal jangan langsung memberi jawabannya.
6. Dan seterusnya
CONTOH KARTU
Perusahaan ini tanggung-jawabnya tidak terbatas
Dimiliki oleh 1 orang
Struktur organisasinya tidak resmi
Bila untung dimiliki,diambil sendiri
NAH … SIAPA … AKU ?
JAWABNYA : PERUSAHAAN PERSEORANGAN
19. KELILING KELOMPOK
Maksudnya agar masing-masing anggota kelompok mendapat kesempatan untuk memberikan kontribusi mereka dan mendengarkan pandangan dan pemikiran anggota lainnya
Caranya………….?
1. Salah satu siswa dalam masing-masing kelompok menilai dengan memberikan pandangan dan pemikirannya mengenai tugas yang sedang mereka kerjakan
2. Siswa berikutnya juga ikut memberikan kontribusinya
3. Demikian seterusnya giliran bicara bisa dilaksanakan arah perputaran jarum jam atau dari kiri ke kanan
20. COURSE REVIEW HORAY
Langkah-langkah :
1. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2. Guru mendemonstrasikan/menyajikan materi
3. Memberikan kesempatan siswa tanya jawab
4. Untuk menguji pemahaman, siswa disuruh membuat kotak 9/16/25 sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak diisi angka sesuai dengan selera masing-masing siswa
5. Guru membaca soal secara acak dan siswa menulis jawaban di dalam kotak yang nomornya disebutkan guru dan langsung didiskusikan, kalau benar diisi tanda benar (Ö) dan salan diisi tanda silang (x)
6. Siswa yang sudah mendapat tanda Ö vertikal atau horisontal, atau diagonal harus berteriak horay … atau yel-yel lainnya
7. Nilai siswa dihitung dari jawaban benar jumlah horay yang diperoleh
8. Penutup